Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Dikawal Ketat BGN, Program Makan Bergizi Gratis di Wonosobo Terus Berkembang dengan 78 Dapur dan Target Lebih dari 100

Dikawal Ketat BGN, Program Makan Bergizi Gratis di Wonosobo Terus Berkembang dengan 78 Dapur dan Target Lebih dari 100
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

WONOSOBO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu agenda strategis pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Program ini berlandaskan amanat konstitusi, khususnya UUD 1945 Pasal 28H ayat (1) tentang hak atas layanan kesehatan serta Pasal 31 yang menjamin hak memperoleh pendidikan yang layak. Pemenuhan gizi dipandang sebagai fondasi utama bagi tumbuh kembang anak dan keberhasilan proses belajar.

Selain itu, Program MBG merupakan langkah konkret pemerintah dalam menekan angka stunting dan gizi buruk yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional. Kekurangan nutrisi pada masa pertumbuhan berpotensi menimbulkan dampak serius, mulai dari hambatan perkembangan otak, rendahnya daya tahan tubuh, hingga menurunnya kualitas kecerdasan di masa dewasa.

Bertempat di Temu Kamu Caffe, awak media menggali informasi lebih mendalam terkait implementasi Program MBG melalui perbincangan bersama Koordinator Wilayah Kabupaten Wonosobo, Satika Mahda, yang membawahi seluruh dapur MBG di wilayah tersebut.

Satika Mahda mengungkapkan bahwa saat ini telah beroperasi 78 dapur MBG di Kabupaten Wonosobo, dan jumlah tersebut diproyeksikan akan terus bertambah hingga melampaui 100 dapur. Menurutnya, pendirian dapur MBG berada di bawah pengawasan ketat Badan Gizi Nasional (BGN) sehingga tidak semua pihak dapat serta-merta mendirikan dapur.

“Setiap yayasan diperbolehkan memiliki maksimal 10 dapur MBG. Tidak dibatasi milik siapa, yang terpenting seluruh persyaratan BGN terpenuhi, termasuk kesiapan lokasi, sarana, dan modal,” tegas Satika Mahda.

Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mengawal pelaksanaan program agar tetap berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Masyarakat dipersilakan melapor apabila menemukan dugaan pelanggaran atau ketidaksesuaian SOP di lapangan, dengan catatan laporan tersebut disertai bukti yang kuat untuk dapat ditindaklanjuti.

Dalam kesempatan yang sama, Satika Mahda menjelaskan bahwa dapur MBG wajib menyediakan dua jenis porsi makanan, yaitu:

Porsi besar senilai Rp10.000, diperuntukkan bagi siswa kelas 4 SD hingga SMA serta ibu hamil.

Porsi kecil senilai Rp8.000, diperuntukkan bagi anak TK, balita, serta siswa kelas 1 hingga kelas 3 SD.

Menutup perbincangan, Satika Mahda menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan informasi tambahan kapan pun dibutuhkan. Awak media maupun masyarakat dipersilakan menghubungi melalui pertemuan langsung maupun komunikasi via WhatsApp apabila memerlukan penjelasan lebih lanjut terkait pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Wonosobo.

(Tim Investigasi)

Karya Jurnalis Nusantara Abadi

Id
Penulis Idham Holid
Id
Editor Idham Holid

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN