Cuaca
Memuat cuaca...
Polri

GEBRAKAN JENDERAL SUYUDI! KAPOLRI BARU JANJI TURUN LANGSUNG KE LAPANGAN: “JANGAN BOHONG, JANGAN SALAHGUNAKAN KEWENANGAN!”

GEBRAKAN JENDERAL SUYUDI! KAPOLRI BARU JANJI TURUN LANGSUNG KE LAPANGAN: “JANGAN BOHONG, JANGAN SALAHGUNAKAN KEWENANGAN!”
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | JAKARTA — Era baru Kepolisian Republik Indonesia resmi dimulai. Komjen Pol. Suyudi Ario Seto kini dipercaya menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.

 

Bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan, Suyudi membawa pesan perubahan yang disampaikannya secara tegas saat menjalani fit and proper test di DPR RI, Kamis (1/10/2026).

 

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 dan mantan Kapolda Banten tersebut menegaskan, dirinya tidak ingin menjadi pemimpin yang hanya bekerja dari balik meja.

 

Suyudi menyatakan akan turun langsung ke lapangan.

 

Menurutnya, langkah itu diperlukan untuk melihat secara nyata persoalan yang dihadapi anggota Polri sekaligus mendengar langsung suara masyarakat.

 

“Saya akan turun ke lapangan bukan untuk mencari panggung, tetapi untuk melihat masalah, mendengarkan anggota dan masyarakat, mengambil keputusan, serta memastikan keputusan dilaksanakan.”

 

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan kuat yang disampaikan Suyudi dalam paparannya di hadapan DPR RI.

 

PERUBAHAN HARUS DIMULAI DARI PIMPINAN

 

Suyudi juga menyoroti pentingnya perubahan budaya kerja di tubuh Polri. Baginya, pimpinan tidak cukup hanya memberikan instruksi agar anggota berubah.

 

Perubahan, kata dia, harus terlebih dahulu dilakukan dari jajaran pimpinan dan dibuktikan melalui tindakan nyata di lapangan.

 

“Perubahan Polri tidak mungkin terjadi apabila pimpinan hanya meminta anggota berubah. Perubahan harus dimulai dari pimpinan dan dibuktikan di lapangan.”

 

Pesan tersebut memperlihatkan arah kepemimpinan Suyudi yang menempatkan keteladanan pimpinan dan pengawasan langsung sebagai bagian penting dalam menjalankan reformasi internal Polri.

 

TAK ADA ALASAN UNTUK MELANGGAR HUKUM

 

Yang lebih keras, Suyudi secara terbuka menegaskan bahwa tekanan pekerjaan tidak boleh dijadikan alasan bagi anggota untuk menyalahgunakan kewenangan.

 

Ia menyatakan anggota Polri tidak boleh mengejar target dengan mengorbankan hukum dan integritas.

 

“Tidak ada tekanan pekerjaan yang dapat menjadi pembenaran untuk memeras, menerima suap, merekayasa perkara, menjadi backing kegiatan ilegal, atau menggunakan kekerasan secara sewenang-wenang.”

 

Pernyataan itu menjadi garis tegas yang ingin dibangun Suyudi dalam kepemimpinannya.

 

Bagi Suyudi, kewenangan yang dimiliki anggota Polri harus digunakan secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

“JANGAN BOHONG!”

 

Suyudi kemudian menyampaikan prinsip sederhana yang ingin dihidupkan dalam tubuh Polri hingga 2029.

 

Pesannya singkat, tetapi sangat keras.

 

“Semangat yang ingin saya hidupkan sederhana. Jangan bohong, tidak berbohong, tidak menyalahgunakan kewenangan, dan tidak menyakiti masyarakat secara sewenang-wenang.”

 

Kalimat tersebut menjadi penutup yang kuat dari gagasan kepemimpinan Suyudi.

 

Dari seorang perwira lulusan Akpol 1994, pernah berkecimpung di dunia reserse, memimpin Polda Banten, hingga kini dipercaya berada di pucuk pimpinan Korps Bhayangkara, Suyudi memasuki fase baru dalam perjalanan kariernya.

 

Kini tantangannya jauh lebih besar.

 

Bukan hanya bagaimana memimpin Polri, tetapi bagaimana memastikan setiap pesan perubahan tersebut benar-benar terasa hingga ke tingkat paling bawah dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

Era Suyudi Ario Seto pun dimulai.

 

#SuyudiArioSeto #Kapolri #Polri #DPRRI #Akpol1994 #KapoldaBanten #ReformasiPolri #Kepolisian

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN