Hari Ke - 30 MAKI Jatim Bagi 1.000 Tajil, Raih Kemenangan Sejati Idul Fitri 1 Syawal 1447 H
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
Ramadan adalah ruang sunyi yang berbicara. Ia mengajarkan bahwa lapar bukan sekadar menahan, tetapi memahami. Bahwa dahaga bukan sekadar menunggu, tetapi merasakan. Dan dari sanalah lahir kesadaran terdalam: bahwa hidup bukan tentang apa yang dimiliki, melainkan tentang apa yang mampu dibagikan.
Pada hari ke - 30 Ramadan 1447 Hijriah, di tengah denyut kehidupan yang tak pernah berhenti di Jalan Ahmad Yani Surabaya (Depan Kantor Bank BNI Sebelah Cito Mall) sebuah peristiwa sederhana berlangsung. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan makna yang begitu dalam dan menyentuh.
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menggelar aksi berbagi dengan membagikan 1.000 paket ta’jil kepada masyarakat yang melintas.




Tetapi sejatinya, yang dibagikan hari itu bukan hanya makanan untuk berbuka.
Yang mengalir dari tangan ke tangan adalah kepedulian. Yang berpindah bukan sekadar bungkusan, melainkan rasa. Dan yang hadir di tengah hiruk-pikuk kota adalah kesadaran bahwa manusia tidak pernah benar-benar sendiri selalu ada ruang untuk berbagi, selalu ada kesempatan untuk peduli.
Di antara deru kendaraan dan langkah yang tergesa, para relawan berdiri dengan senyum tulus yang tidak dibuat-buat. Mereka memberi tanpa merasa lebih tinggi, berbagi tanpa mengharap kembali. Sebab dalam kedalaman makna Ramadan, memberi bukanlah kehilangan melainkan menemukan. Menemukan makna diri. Menemukan ketenangan. Menemukan Tuhan dalam wajah-wajah yang mungkin selama ini terlewatkan.
Setiap paket ta’jil yang dibagikan setiap butir nasi, setiap kurma, setiap teguk minuman menjadi jembatan sunyi antara manusia dan Sang Pencipta. Bisa jadi, dari satu paket sederhana itu, lahir doa yang tulus. Ada hati yang kembali hangat. Ada harapan yang kembali menyala setelah hampir padam.




Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, menyampaikan bahwa rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Namun lebih dari itu, syukur sejati adalah kesadaran bahwa segala yang dimiliki hanyalah titipan, dan sebaik-baik titipan adalah yang memberi manfaat bagi sesama.
Dalam sudut pandang yang lebih dalam, kepedulian sosial bukan sekadar aktivitas berbagi. Ia adalah jalan penyucian jiwa. Ia adalah cara Tuhan menghadirkan diri-Nya bukan hanya dalam doa dan ibadah, tetapi juga dalam setiap tindakan kebaikan yang dilakukan dengan tulus.
Senja perlahan turun, langit Surabaya berpendar jingga, seakan memberi isyarat bahwa setiap pertemuan pasti akan berujung perpisahan. Ramadan pun demikian ia akan pergi, meninggalkan kenangan, pelajaran, dan nilai yang tak ternilai. Namun yang terpenting, nilai itu tidak boleh ikut pergi.
Di momen itulah, senyum para penerima menjadi saksi bahwa kebahagiaan tidak selalu lahir dari kelimpahan. Kadang, ia hadir dari hal sederhana dari perhatian kecil, dari uluran tangan, dari rasa yang tulus.




Tanpa panggung. Tanpa gemerlap. Tanpa sorotan. Hanya hati yang bekerja. Dan justru di situlah letak keindahan sejatinya. Ramadan pada akhirnya bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang melepaskan melepaskan ego, keserakahan, dan jarak antar manusia. Ia mengajarkan bahwa semakin dekat seseorang kepada Tuhan, semakin lembut hatinya kepada sesama.
Karena perjalanan menuju Ilahi tidak hanya ditempuh melalui doa yang dipanjatkan, tetapi juga melalui cinta yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Di ujung Ramadan ini, satu pelajaran kembali mengetuk kesadaran kita: Bahwa kebaikan, sekecil apa pun, adalah cahaya. Dan cahaya itu tidak akan pernah padam, selama masih ada hati yang rela menyalakannya untuk sesama, untuk kehidupan, dan untuk Tuhan. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati