Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Lebih Sehat dan Manis, Gula Singkong Cair Asal Punggelan Mulai Diminati Pasar Nasional

Lebih Sehat dan Manis, Gula Singkong Cair Asal Punggelan Mulai Diminati Pasar Nasional
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

BANJARNEGARA-Gula singkong cair dari Desa Punggelan, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara kini mulai diminati pasar nasional sebagai alternatif pemanis alami yang lebih sehat.

 

Inovasi yang dirintis oleh Johan Irawan ini berhasil mengubah singkong menjadi produk gula cair bernilai ekonomis tinggi.

 

Johan menyampaikan, dalam satu bulan dia bisa memproduksi 3 hingga 4 ton gula singkong cair untuk memenuhi pesanan konsumen dari berbagai daerah di Indonesia, seperti di Kalimantan Timur, Riau, Lampung, Jawa Timur, DIY dan Jawa Tengah. 

 

"Pesanan paling banyak dari Kalimantan Timur, terutama di Tenggarong karena di sana untuk membuat produk sirup," ungkapnya, Jumat (24/4).

 

Lebih lanjut Johan menjelaskan, gula singkong ini yang diproses adalah tapiokanya. Tapioka tersebut kemudian diolah melalui dua kali proses, liquifikasi dan sakarifikasi.

 

"Liquifikasi itu untuk mecah tapioka menjadi cair, lalu sakarifikasi untuk perendaman agar gula itu muncul, terutamanya di fruktosanya," jelasnya

 

Johan mengatakan gula singkong cair buatannya memiliki tingkat kemanisan dua kali lipat dibandingkan gula biasa. Meski lebih manis, gula singkong cair ini tidak mengubah aroma maupun rasa asli dari makanan dan minuman yang dicampurkan.

 

"Gula singkong cair ini pastinya lebih sehat karena alami dan rendah kalori, tidak menimbulkan efek samping yang buruk. Sangat cocok untuk berbagai olahan kuliner tanpa merusak cita rasa aslinya," pungkas Johan. (kominfo/sdw)

Ha
Penulis Harmono
Ti
Editor Tim Redaksi

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN