Legok Menggema ke Langit Sukodono: Ruwat Dusun 2026, Sumpah Suci Menjaga Warisan Leluhur dan Harmoni Semesta
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
Sejak mentari pagi menyingsing, Dusun Legok yang terdiri dari tiga RW dan sebelas RT dengan sekitar empat ribu jiwa, telah bertransformasi menjadi panggung kebersamaan. Jalan-jalan desa menjelma lautan manusia yang dipenuhi senyum dan sapa hangat. Anak-anak berlarian riang dengan balutan busana terbaiknya, para pemuda sibuk memastikan setiap sudut acara tertata sempurna, kaum ibu menghadirkan hidangan penuh cita rasa, sementara para sesepuh menyaksikan dengan mata berkaca-kaca seakan menembus lorong waktu, mengenang bagaimana dusun ini tumbuh dari tanah yang dahulu sunyi menjadi perkampungan yang kokoh dan harmonis.
Ruwat Dusun ini digelar sebagai penghormatan mendalam kepada dua tokoh leluhur, Mbah Sari dan Arjo Sungu, yang diyakini sebagai pembabat alas Dusun Legok. Dari tangan merekalah hutan belantara dibuka, dari tekad merekalah cikal bakal kehidupan ditanamkan. Kini, jejak perjuangan itu menjelma perkampungan yang hidup, dinamis, dan tetap berpijak pada nilai-nilai adat yang diwariskan turun-temurun. Ruwatan menjadi jembatan spiritual antara generasi masa lalu dan masa kini sebuah pernyataan bahwa sejarah tidak pernah dilupakan, melainkan dirawat dengan sepenuh hati.
Prosesi kirab gunungan hasil bumi menjadi pembuka yang memukau. Gunungan yang menjulang megah dihiasi padi pilihan, sayuran segar, buah-buahan beraneka rupa, serta jajanan tradisional khas desa. Setiap hasil bumi yang tersusun rapi adalah simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dan keberkahan yang senantiasa mengalir. Iringan musik horeg yang berpadu dengan tabuhan tradisional menciptakan harmoni unik sebuah dialog indah antara modernitas dan tradisi. Warga dari berbagai usia memadati jalur kirab, mengabadikan momen berharga dan mempererat silaturahmi yang menjadi denyut nadi kehidupan desa.




Saat malam panggung hiburan rakyat menyala terang, menghadirkan pesona seni yang menggugah jiwa. Kelompok Ludruk Citra Baru dari Surabaya akan tampil sarat pesan moral penuh makna. Penampilan istimewa dari Rena KDI dan Lilin Herlina semakin menghidupkan malam. Lantunan lagu-lagu dangdut yang energik menyatukan lintas generasi dalam irama kebahagiaan, menjadikan panggung sebagai ruang temu antara kenangan, harapan, dan kebersamaan.
Di balik gemerlap hiburan dan sorak kegembiraan, Ruwat Dusun Legok menyimpan makna spiritual yang mendalam. Ia adalah doa kolektif agar dusun senantiasa dijauhkan dari mara bahaya, dilimpahi kemakmuran, serta dianugerahi kedamaian yang lestari. Tradisi ini menjadi penegasan identitas bahwa di tengah gelombang globalisasi, masyarakat Legok tetap kokoh berdiri menjaga nilai-nilai luhur. Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi yang menguatkan langkah menuju masa depan.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Suko, Yusuf Kurniawan Hady, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh warga yang telah menunjukkan semangat gotong royong luar biasa. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Ruwat Dusun 2026 adalah buah dari kebersamaan, kerja keras, dan cinta terhadap tanah kelahiran. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa Suko, perangkat desa, dan seluruh panitia yang telah memastikan acara berlangsung aman dan lancar.
“Ruwat Dusun bukan sekadar agenda tahunan, tetapi warisan berharga yang harus kita jaga dan teruskan kepada generasi berikutnya. Kebersamaan hari ini adalah fondasi kekuatan desa untuk terus maju dan berkembang,” ungkapnya penuh keyakinan.




Ruwat Dusun Legok 2026 menjadi bukti bahwa tradisi bukanlah seremoni kosong, melainkan napas kehidupan yang meneguhkan jati diri. Di bawah langit Sukodono yang teduh, warga Dusun Legok kembali mengikrarkan sumpah sunyi: selama budaya dijaga dengan sepenuh hati dan harmoni dengan sesama serta alam dirawat tanpa henti, maka kehidupan akan selalu menemukan keseimbangannya.
Dan di tanah yang dahulu dibuka oleh tangan-tangan gigih para leluhur, semangat itu kini tumbuh subur menjadi cahaya yang tak akan padam, menerangi perjalanan Legok dari generasi ke generasi. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati