Cuaca
Memuat cuaca...

Lorenzo Anson Poedijono Berbagi di Ramadan Penuh Makna: Saat Edukasi Gizi Menjadi Investasi Masa Depan Anak Bangsa

Lorenzo Anson Poedijono Berbagi di Ramadan Penuh Makna: Saat Edukasi Gizi Menjadi Investasi Masa Depan Anak Bangsa
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

Surabaya - Media Indonesia Times | Ramadan selalu menghadirkan lebih dari sekadar lapar dan dahaga. Ia membawa pesan tentang kasih sayang, tentang kepedulian, dan tentang tanggung jawab antarsesama. Di sudut hangat Kecamatan Tandes, Surabaya, semangat itu menjelma dalam sebuah langkah kecil yang sarat makna.

Sabtu sore yang teduh menjelang berbuka, halaman Yayasan Panti Asuhan Amanah Insan dipenuhi tawa anak-anak. Di tempat sederhana itulah, perwakilan Food Hope Indonesia, Lorenzo Anson Poedijono, menggelar kegiatan bertajuk “Satu Hari Berbagi, Sejuta Harapan.”

Namun yang dibagikan sore itu bukan hanya hidangan berbuka. Yang ditanam adalah kesadaran. Yang dihidupkan adalah harapan.

Dengan bahasa yang ringan dan penuh kehangatan, Lorenzo mengajak anak-anak memahami pentingnya pola makan sehat sejak usia dini. Ia berbicara tentang sayur dan buah sebagai penjaga daya tahan tubuh, tentang protein sebagai pembangun kekuatan, tentang karbohidrat sebagai sumber energi, serta tentang vitamin dan air yang menjaga keseimbangan tubuh.

“Hari ini kita ingin berbagi makanan untuk berbuka bersama, bermain bersama, dan bahagia bersama. Tapi yang lebih penting, kita ingin belajar supaya tubuh kita bisa tumbuh kuat dan sehat,” tuturnya, disambut mata-mata kecil yang berbinar penuh rasa ingin tahu.

Dalam suasana yang interaktif, anak-anak diajak berdialog. Mereka bertanya, mereka tertawa, mereka mengangguk ketika memahami bahwa tubuh mereka membutuhkan lebih dari sekadar rasa kenyang. Lorenzo menekankan bahwa kebiasaan makan yang baik hari ini akan menentukan kualitas hidup mereka di masa depan.

Ramadan, dalam konteks ini, menjadi madrasah kehidupan. Ia mengajarkan bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari syukur atas nikmat tubuh yang Allah titipkan.

Pemilihan Panti Asuhan Amanah Insan bukan tanpa alasan. Selain faktor kedekatan lokasi, Lorenzo melihat pentingnya peningkatan kesadaran gizi di lingkungan tersebut. Dalam perbincangannya dengan anak-anak, ia menangkap satu keinginan sederhana namun mendalam: mereka ingin tumbuh kuat dan sehat.

“Saya sempat berbincang dengan mereka. Mereka ingin menjadi kuat dan sehat. Dengan makan makanan bergizi seperti sayur dan buah, mereka bisa tumbuh lebih optimal,” ujarnya penuh harap.

Selain edukasi, makanan dan minuman berbuka puasa dibagikan sebagai wujud kebersamaan. Saat adzan Maghrib berkumandang, anak-anak duduk melingkar. Doa terucap lirih. Di antara senyum dan rasa syukur, terjalin ikatan yang tak kasatmata ikatan kepedulian.

Ketua yayasan, Lilik Harini Iswati, menyampaikan rasa syukur atas kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi langsung seperti ini sangat dibutuhkan, mengingat anak-anak sering kali mengonsumsi makanan tanpa memahami keseimbangan nutrisi.

“Alhamdulillah, banyak ilmu yang didapat anak-anak, terutama tentang pentingnya sayur, telur, dan makanan bergizi lainnya. Selama ini mereka sulit makan sayur, tetapi dengan penjelasan yang mudah dipahami tadi, semoga ke depan mereka lebih sadar akan pentingnya gizi,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kebiasaan konsumsi nasi dan mi instan berlebihan yang kurang baik bagi stamina anak-anak. Kehadiran Lorenzo, menurutnya, menjadi inspirasi tersendiri bahwa di usia muda pun seseorang dapat memberi dampak besar bagi sesama.

Di bawah langit senja Tandes, Ramadan hari itu menyisakan pesan yang mendalam: bahwa berbagi tidak selalu tentang jumlah, melainkan tentang makna. Bahwa memberi ilmu adalah sedekah yang tak terputus pahalanya. Dan bahwa langkah kecil yang dilakukan dengan ketulusan mampu menumbuhkan harapan besar bagi masa depan generasi penerus bangsa.

Di wajah-wajah polos itu, terpantul masa depan. Di tangan-tangan kecil itu, tersimpan cita-cita. Dan di bulan suci ini, cahaya kepedulian kembali menegaskan satu hal bahwa kesehatan, kasih sayang, dan ilmu adalah warisan terbaik yang dapat kita titipkan untuk mereka. (Bagas)

Id
Penulis Idham Holid
Id
Editor Idham Holid

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN