Cuaca
Memuat cuaca...

Ari Aktivis Muda Asal Banyuwangi : "Live Bareng Gus Darling" Bukti Kepemimpinan Hadir Bupati Jember, Bupati Banyuwangi Perlu Belajar

Ari Aktivis Muda Asal Banyuwangi : "Live Bareng Gus Darling" Bukti Kepemimpinan Hadir Bupati Jember, Bupati Banyuwangi Perlu Belajar
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

BANYUWANGI – Seorang aktivis muda asal Banyuwangi, Ari Bagus Pranata secara terbuka menilai langkah Bupati Jember, Muhammad Fawait yang akrab disapa Gus Fawait yang melakukan interaksi langsung dengan masyarakat melalui siaran live Tiktok akun resmi “Wadul Guse” sebagai bentuk kepemimpinan yang benar-benar hadir di tengah rakyat. Melalui platform tersebut, warga bebas menyampaikan keluhan, kritik, hingga persoalan layanan publik, dan dijawab langsung oleh Bupati Jember di ruang publik.

Menurutnya, pola komunikasi semacam ini menunjukkan keberanian kepala daerah membuka diri terhadap kritik secara langsung, tanpa menyembunyikannya di balik forum-forum formal atau mekanisme aduan yang sering kali tidak transparan tindak lanjutnya. Setiap jawaban yang disampaikan bupati disaksikan publik, sehingga memiliki konsekuensi moral dan politik.

Aktivis tersebut menegaskan, praktik ini seharusnya tidak dipandang sebagai inovasi luar biasa, melainkan standar minimal kepemimpinan di era digital. Ia menyebut, ketika seorang bupati mampu meluangkan waktu untuk mendengar dan menjawab langsung keluhan warganya, maka alasan keterbatasan birokrasi atau prosedur tidak lagi relevan.

“Ini bukan soal pencitraan, tapi soal keberanian. Warga bicara, bupati menjawab. Sesederhana itu. Kalau bisa dilakukan di Jember, seharusnya juga bisa dilakukan di Banyuwangi,” ujarnya tegas.

Ia menilai, selama ini komunikasi publik di banyak daerah masih bersifat satu arah dan cenderung seremonial. Media sosial pemerintah lebih sering digunakan untuk menampilkan kegiatan dan capaian, bukan sebagai ruang dialog yang jujur dan terbuka. Padahal, masyarakat membutuhkan saluran yang benar-benar responsif, bukan sekadar unggahan prestasi.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pola seperti “Wadul Guse” justru memperkuat fungsi pengawasan publik, karena setiap keluhan yang disampaikan dan dijawab menjadi arsip terbuka yang dapat ditagih realisasinya. Dengan demikian, kepala daerah tidak hanya mendengar, tetapi juga diuji komitmennya oleh warganya sendiri.

“Oleh karena itu, Bupati Banyuwangi perlu menjadikan langkah Bupati Jember sebagai contoh nyata. Kepemimpinan hari ini bukan soal seberapa banyak penghargaan, tetapi seberapa berani seorang kepala daerah membuka diri dan menjawab langsung persoalan rakyatnya,” pungkasnya.

Red

Id
Penulis Idham Holid
Id
Editor Idham Holid

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN