Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Dari Ruang Keluarga Menyongsong Indonesia Emas: Ketika Gerakan PKK Menjadi Pilar Peradaban Bangsa

Dari Ruang Keluarga Menyongsong Indonesia Emas: Ketika Gerakan PKK Menjadi Pilar Peradaban Bangsa
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

SIDOARJO — Media Indonesia Times | Tidak ada bangsa yang benar-benar besar tanpa keluarga yang kuat. Sejarah membuktikan bahwa kemajuan sebuah negara tidak hanya dibangun melalui kebijakan publik, pertumbuhan ekonomi, atau pembangunan infrastruktur, melainkan berakar dari kualitas manusia yang lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sehat, tangguh, dan berdaya. Di sanalah karakter ditempa, nilai kehidupan diwariskan, dan masa depan sebuah bangsa mulai dibangun.

 

Dalam perspektif itulah, peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Kabupaten Sidoarjo memiliki makna yang jauh melampaui sebuah agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan nasional sesungguhnya dimulai dari ruang paling sederhana dalam kehidupan masyarakat: keluarga.

 

Mengusung tema "Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045", HKG PKK tahun ini mengingatkan bahwa keberhasilan mewujudkan visi Indonesia Emas tidak hanya bergantung pada besarnya investasi maupun kemajuan teknologi, tetapi juga pada kemampuan bangsa membangun keluarga sebagai pusat pendidikan karakter, ketahanan sosial, dan kesejahteraan masyarakat.

 

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, menegaskan bahwa sepuluh Program Pokok PKK merupakan instrumen pembangunan yang tetap relevan menghadapi tantangan zaman. Program-program tersebut tidak sekadar berbicara mengenai kesehatan, pangan, sandang, atau ekonomi rumah tangga, melainkan membentuk sebuah ekosistem pemberdayaan keluarga yang menjadi fondasi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

 

"PKK harus terus meneguhkan jati dirinya sebagai pondasi utama pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. PKK hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan melalui penguatan keluarga," ujarnya.

 

Pernyataan tersebut mencerminkan transformasi PKK sebagai gerakan sosial yang semakin strategis. Di tengah perubahan sosial, digitalisasi, tantangan ekonomi, hingga dinamika demografi, keluarga tetap menjadi institusi pertama yang membentuk karakter anak, membangun budaya hidup sehat, menanamkan semangat gotong royong, serta memperkuat ketahanan masyarakat dari berbagai persoalan sosial.

 

Dalam konteks pembangunan nasional, keluarga bukan lagi dipandang sebagai objek kebijakan, melainkan subjek utama pembangunan. Dari keluarga lahir generasi yang kelak menentukan kualitas kepemimpinan, produktivitas ekonomi, dan daya saing bangsa. Karena itu, memperkuat keluarga berarti memperkuat masa depan Indonesia.

 

Kekuatan terbesar PKK terletak pada jejaring sosialnya yang menjangkau hingga lapisan masyarakat paling bawah. Secara nasional, gerakan ini diperkuat sekitar 91.600 kepengurusan di tingkat desa dan kelurahan, lebih dari 2 juta kelompok PKK di tingkat dusun, RW, dan RT, serta didukung sekitar 6,3 juta kader yang mengabdikan diri secara sukarela.

 

Jaringan tersebut menjadikan PKK sebagai salah satu organisasi pemberdayaan masyarakat terbesar di Indonesia yang memiliki kemampuan menjangkau keluarga secara langsung. Melalui para kadernya, berbagai program kesehatan, ketahanan pangan, pendidikan keluarga, penguatan ekonomi rumah tangga, hingga literasi pengasuhan dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.

 

Sriatun juga mengungkapkan bahwa TP PKK terus memperluas ruang kolaborasi lintas sektor. Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah menjalin kerja sama dengan organisasi advokat Indonesia guna memperkuat akses pendampingan hukum bagi masyarakat. Gagasan tersebut menunjukkan bahwa gerakan PKK terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman, tidak hanya berfokus pada aspek kesejahteraan keluarga, tetapi juga memperkuat perlindungan hak-hak masyarakat melalui pendekatan yang lebih komprehensif.

 

"Kebersamaan ini bukan hanya diperingati, tetapi harus dihidupi melalui kerja nyata yang menyentuh masyarakat secara langsung," katanya.

 

Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memandang PKK sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan pemerintah tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan masyarakat yang terorganisasi secara baik, terutama melalui gerakan PKK yang selama ini hadir hingga tingkat desa dan kelurahan.

 

"Program pemerintah tidak bisa diselesaikan oleh bupati sendiri. Keberhasilan pembangunan membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, termasuk kader PKK yang setiap bulan aktif menjalankan berbagai kegiatan di tengah masyarakat," ujarnya.

 

Pandangan tersebut memperlihatkan perubahan paradigma pembangunan modern. Pemerintah tidak lagi menjadi satu-satunya aktor pembangunan, melainkan membangun kemitraan dengan organisasi masyarakat yang memiliki kedekatan langsung dengan warga. Dalam model pembangunan partisipatif seperti inilah PKK memainkan peran penting sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil masyarakat.

 

Rangkaian HKG PKK ke-54 di Sidoarjo juga menjadi ruang penghormatan bagi para kader yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun melalui pemberian Penghargaan Adhi Bhakti Pratama kepada kader dengan masa bakti 30 hingga 35 tahun. Penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi personal, melainkan pengakuan atas dedikasi ribuan perempuan yang selama ini bekerja dalam senyap, mendampingi keluarga, menggerakkan masyarakat, dan menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan bangsa.

 

Berbagai kegiatan yang menyemarakkan HKG, mulai dari Gerakan Tanam Cabai, lomba paduan suara, pertunjukan seni, hingga partisipasi siswa Sekolah Luar Biasa, mencerminkan wajah PKK yang semakin inklusif, kreatif, adaptif, dan mampu merangkul keberagaman masyarakat.

 

Lebih dari sekadar memperingati usia organisasi, HKG PKK ke-54 mengingatkan bahwa cita-cita besar Indonesia Emas 2045 tidak hanya akan ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi atau kemajuan teknologi. Masa depan bangsa juga ditentukan oleh kualitas keluarga yang melahirkan generasi sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial.

 

Karena itu, memperkuat Gerakan PKK pada hakikatnya adalah memperkuat fondasi peradaban Indonesia. Sebab sebuah bangsa hanya dapat berdiri kokoh apabila setiap keluarga menjadi ruang pertama tempat nilai-nilai kehidupan diwariskan, karakter dibentuk, dan harapan tentang masa depan terus dipelihara dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dari rumah-rumah sederhana itulah, perjalanan menuju Indonesia Emas sesungguhnya dimulai. (Bagas)

Ba
Penulis Bagas

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN