Cuaca
Memuat cuaca...

Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi Dipadati Pemudik, Jadi Persinggahan Sekaligus Destinasi Wisata Religi

Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi Dipadati Pemudik, Jadi Persinggahan Sekaligus Destinasi Wisata Religi
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

BANYUWANGI – Masjid ramah pemudik Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi kembali menjadi magnet bagi para musafir pada arus mudik Lebaran dan Idulfitri 1447 Hijriyah. Pada Jumat (27/3/2026), ratusan pemudik, khususnya yang hendak melanjutkan perjalanan menuju Bali, tampak memadati kawasan masjid yang terletak di jantung kota Banyuwangi tersebut.

Tidak sekadar menjadi tempat beribadah dan beristirahat, masjid ini juga menghadirkan pengalaman wisata religi yang khas. Para pengunjung tidak hanya memenuhi ruang utama untuk menunaikan salat, tetapi juga memanfaatkan berbagai fasilitas dan destinasi yang terintegrasi di kawasan tersebut.

Salah satu daya tarik utama adalah keberadaan Al-Qur’an berukuran besar (Qur’an jumbo) yang berada di lantai dua masjid. Selain itu, area kompleks masjid juga menjadi lokasi ziarah religi, dengan keberadaan makam para bupati Banyuwangi terdahulu yang kerap dikunjungi oleh para peziarah.

Di luar kawasan masjid, pengunjung dapat menikmati suasana teduh di Taman Sri Tanjung yang terletak tepat di depan masjid. Tak jauh dari sana, Pendopo Sabha Swagata Blambangan juga dibuka untuk umum, menambah alternatif destinasi bagi para pemudik yang ingin beristirahat sambil menikmati suasana kota.

Momentum Ramadan dan Idulfitri setiap tahunnya menjadikan Masjid Agung Baiturrahman sebagai salah satu titik persinggahan favorit. Ratusan hingga ribuan pengunjung tercatat singgah, baik untuk beribadah, beristirahat, maupun sekadar menikmati wisata religi di kawasan tersebut.

Secara historis, masjid ini memiliki nilai penting dalam perjalanan Banyuwangi. Masjid Agung Baiturrahman pertama kali dibangun pada 7 Desember 1773 atas prakarsa Bupati pertama Banyuwangi, Raden Tumenggung Wiraguna I atau yang dikenal sebagai Mas Alit. Keberadaannya hingga kini menjadi simbol spiritual sekaligus warisan sejarah yang terus hidup di tengah dinamika masyarakat modern.

Dengan perpaduan fungsi sebagai tempat ibadah, ruang istirahat pemudik, dan destinasi wisata religi, Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi kian meneguhkan perannya sebagai oase bagi para pelintas jalan, terutama di momen sakral arus mudik Lebaran.

(6Red)

Id
Penulis Idham Holid
Id
Editor Idham Holid

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN